0

Tuhan Melindungi … & …

1 Setelah diputuskan, bahwa kami akan berlayar ke Italia, maka Paulus dan beberapa orang tahanan lain diserahkan kepada seorang perwira yang bernama Yulius dari pasukan Kaisar. 2 Kami naik ke sebuah kapal dari Adramitium yang akan berangkat ke pelabuhan-pelabuhan di sepanjang pantai Asia, lalu kami bertolak. Aristarkhus, seorang Makedonia dari Tesalonika, menyertai kami. 3 Pada keesokan harinya kami singgah di Sidon. Yulius memperlakukan Paulus dengan ramah dan memperbolehkannya mengunjungi sahabat-sahabatnya, supaya mereka melengkapkan keperluannya. 4 Oleh karena angin sakal kami berlayar dari situ menyusur pantai Siprus. 5 Dan setelah mengarungi laut di depan Kilikia dan Pamfilia, sampailah kami di Mira, di daerah Likia. 6 Di situ perwira kami menemukan sebuah kapal dari Aleksandria yang hendak berlayar ke Italia. Ia memindahkan kami ke kapal itu. 7 Selama beberapa hari berlayar, kami hampir-hampir tidak maju dan dengan susah payah kami mendekati Knidus. Karena angin tetap tidak baik, kami menyusur pantai Kreta melewati tanjung Salmone. 8 Sesudah kami dengan susah payah melewati tanjung itu, sampailah kami di sebuah tempat bernama Pelabuhan Indah, dekat kota Lasea.

9 Sementara itu sudah banyak waktu yang hilang. Waktu puasa sudah lampau dan sudah berbahaya untuk melanjutkan pelayaran. Sebab itu Paulus memperingatkan mereka, katanya: 10 Saudara-saudara, aku lihat, bahwa pelayaran kita akan mendatangkan kesukaran-kesukaran dan kerugian besar, bukan saja bagi muatan dan kapal, tetapi juga bagi nyawa kita. 11 Tetapi perwira itu lebih percaya kepada jurumudi dan nakhoda dari pada kepada perkataan Paulus. 12 Karena pelabuhan itu tidak baik untuk tinggal di situ selama musim dingin, maka kebanyakan dari mereka lebih setuju untuk berlayar terus dan mencoba mencapai kota Feniks untuk tinggal di situ selama musim dingin. Kota Feniks adalah sebuah pelabuhan pulau Kreta, yang terbuka ke arah barat daya dan ke arah barat laut.

13 Pada waktu itu angin sepoi-sepoi bertiup dari selatan. Mereka menyangka, bahwa maksud mereka sudah tentu akan tercapai. Mereka membongkar sauh, lalu berlayar dekat sekali menyusur pantai Kreta.

14 Tetapi tidak berapa lama kemudian turunlah dari arah pulau itu angin badai, yang disebut angin “Timur Laut”. 15 Kapal itu dilandanya dan tidak tahan menghadapi angin haluan. Karena itu kami menyerah saja dan membiarkan kapal kami terombang-ambing. 16 Kemudian kami hanyut sampai ke pantai sebuah pulau kecil bernama Kauda, dan di situ dengan susah payah kami dapat menguasai sekoci kapal itu. 17 Dan setelah sekoci itu dinaikkan ke atas kapal, mereka memasang alat-alat penolong dengan meliliti kapal itu dengan tali. Dan karena takut terdampar di beting Sirtis, mereka menurunkan layar dan membiarkan kapal itu terapung-apung saja. 18 Karena kami sangat hebat diombang-ambingkan angin badai, maka pada keesokan harinya mereka mulai membuang muatan kapal ke laut. 19 Dan pada hari yang ketiga mereka membuang alat-alat kapal dengan tangan mereka sendiri. 20 Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami.

21 Dan karena mereka beberapa lamanya tidak makan, berdirilah Paulus di tengah-tengah mereka dan berkata: “Saudara-saudara, jika sekiranya nasihatku dituruti, supaya kita jangan berlayar dari Kreta, kita pasti terpelihara dari kesukaran dan kerugian ini! 22 Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorangpun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini. 23 Karena tadi malam seorang malaikat dari Allah, yaitu dari Allah yang aku sembah sebagai milik-Nya, berdiri di sisiku, 24 dan ia berkata: Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau. 25 Sebab itu tabahkanlah hatimu, saudara-saudara! Karena aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakan kepadaku. 26 Namun kita harus mendamparkan kapal ini di salah satu pulau.”

27 Malam yang keempat belas sudah tiba dan kami masih tetap terombang-ambing di laut Adria. Tetapi kira-kira tengah malam anak-anak kapal merasa, bahwa mereka telah dekat daratan. 28 Lalu mereka mengulurkan batu duga, dan ternyata air di situ dua puluh depa dalamnya. Setelah maju sedikit mereka menduga lagi dan ternyata lima belas depa. 29 Dan karena takut, bahwa kami akan terkandas di salah satu batu karang, mereka membuang empat sauh di buritan, dan kami sangat berharap mudah-mudahan hari lekas siang. 30 Akan tetapi anak-anak kapal berusaha untuk melarikan diri dari kapal. Mereka menurunkan sekoci, dan berbuat seolah-olah mereka hendak melabuhkan beberapa sauh di haluan. 31 Karena itu Paulus berkata kepada perwira dan prajurit-prajuritnya: “Jika mereka tidak tinggal di kapal, kamu tidak mungkin selamat.” 32 Lalu prajurit-prajurit itu memotong tali sekoci dan membiarkannya hanyut.

33 Ketika hari menjelang siang, Paulus mengajak semua orang untuk makan, katanya: “Sudah empat belas hari lamanya kamu menanti-nanti saja, menahan lapar dan tidak makan apa-apa. 34 Karena itu aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu. Tidak seorangpun di antara kamu akan kehilangan sehelaipun dari rambut kepalanya.” 35 Sesudah berkata demikian, ia mengambil roti, mengucap syukur kepada Allah di hadapan semua mereka, memecah-mecahkannya, lalu mulai makan. 36 Maka kuatlah hati semua orang itu, dan merekapun makan juga. 37 Jumlah kami semua yang di kapal itu dua ratus tujuh puluh enam jiwa. 38 Setelah makan kenyang, mereka membuang muatan gandum ke laut untuk meringankan kapal itu.

39 Dan ketika hari mulai siang, mereka melihat suatu teluk yang rata pantainya. Walaupun mereka tidak mengenal daratan itu, mereka memutuskan untuk sedapat mungkin mendamparkan kapal itu ke situ. 40 Mereka melepaskan tali-tali sauh, lalu meninggalkan sauh-sauh itu di dasar laut. Sementara itu mereka mengulurkan tali-tali kemudi, memasang layar topang, supaya angin meniup kapal itu menuju pantai. 41 Tetapi mereka melanggar busung pasir, dan terkandaslah kapal itu. Haluannya terpancang dan tidak dapat bergerak dan buritannya hancur dipukul oleh gelombang yang hebat. 42 Pada waktu itu prajurit-prajurit bermaksud untuk membunuh tahanan-tahanan, supaya jangan ada seorangpun yang melarikan diri dengan berenang. 43 Tetapi perwira itu ingin menyelamatkan Paulus. Karena itu ia menggagalkan maksud mereka, dan memerintahkan, supaya orang-orang yang pandai berenang lebih dahulu terjun ke laut dan naik ke darat, 44 dan supaya orang-orang lain menyusul dengan mempergunakan papan atau pecahan-pecahan kapal. Demikianlah mereka semua selamat naik ke darat.

ship-storm-page

Tetapkan ini di hati Anda :

ketika Anda telah tinggal di dalam Tuhan dan mendengar suaraNya, namun hidup Anda dibawa pada situasi yang menjauh dari maksud dan tujuanNya dan menjadikan hidup Anda terapung-apung, terombang-ambingkan oleh gelombang dan terancam oleh badai yang siap mengancam dan akan mendatangkan kesukaran-kesukaran dan kerugian besar, bukan saja bagi harta dan apapun yang Anda punya, tetapi juga bagi nyawa Anda, maka hal yang perlu Anda ingat adalah TUHAN MELINDUNGI TUJUANNYA DAN ORANG YANG DITENTUKANNYA. Tuhan ingin kita semua tetap tenang dan jangan kuatir. Jika kita merasa kuatir maka bacalah firman tersebut dan biarlah iman kita dikuatkan oleh firman.

Bacalah firman setiap harinya, biarkan Tuhan sendiri yang mengajarkan Anda. Tuhan memberkati.

0

Kebenaran

Pesan ini adalah untuk semua anak Tuhan yang paham hidupnya adalah untuk menang. Mari kita baca 2 (dua) bacaan singkat dari alkitab agar kita bisa menarik benang merah atau keterkaitan yang bisa menghantarkan kita pada suatu pemahaman. Tahap selanjutnya adalah melakukan firman Tuhan dalam kehidupan kita.
Mari kita mulai :
Bacaan pertama : mazmur 37
37:1 Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; 37:2 sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. 37:3 Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, 37:4 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamuapa yang diinginkan hatimu. 37:5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHANdan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; 37:6 Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. 37:7 Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. 37:8 Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. 37:9 Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri. 37:10 Karena sedikit waktu lagi, maka lenyaplah orang fasik; jika engkau memperhatikan tempatnya, maka ia sudah tidak ada lagi. 37:11 Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah. 37:12 Orang fasik merencanakan kejahatan terhadap orang benar dan menggertakkan giginya terhadap dia; 37:13 Tuhan menertawakan orang fasik itu, sebab Ia melihat bahwa harinya sudah dekat. 37:14 Orang-orang fasik menghunus pedang dan melentur busur mereka untuk merobohkan orang-orang sengsara dan orang-orang miskin,untuk membunuh orang-orang yang hidup jujur; 37:15 tetapi pedang mereka akan menikam dada mereka sendiri, dan busur mereka akan dipatahkan. 37:16 Lebih baik yang sedikit pada orang benar dari pada yang berlimpah-limpah pada orang fasik; 37:17 sebab lengan orang-orang fasik dipatahkan,tetapi TUHAN menopang orang-orang benar. 37:18 TUHAN mengetahui hari-hari orang yang saleh,dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya; 37:19 mereka tidak akan mendapat malu pada waktu kecelakaan, dan mereka akan menjadi kenyang pada hari-hari kelaparan. 37:20 Sesungguhnya,orang-orang fasik akan binasa; musuh TUHAN seperti keindahan padang rumput: mereka habis lenyap, habis lenyap bagaikan asap. 37:21 Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali, tetapi orang benar adalah pengasih dan pemurah. 37:22 Sesungguhnya,orang-orang yang diberkati-Nya akan mewarisi negeri,tetapi orang-orang yang dikutuki-Nya akan dilenyapkan. 37:23 TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; 37:24 apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. 37:25 Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; 37:26 tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat. 37:27 Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya; 37:28 sebab TUHAN mencintai hukum,dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan. 37:29 Orang-orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana senantiasa. 37:30 Mulut orang benar mengucapkan hikmat,dan lidahnya mengatakan hukum; 37:31 Taurat Tuhannya ada di dalam hatinya,LANGKAH-LANGKAHNYA TIDAK GOYAH. 37:32 Orang fasik mengintai orang benar dan berikhtiar membunuhnya; 37:33 TUHAN tidak menyerahkan orang benar itu ke dalam tangannya,Ia tidak membiarkannya dinyatakan fasik pada waktu diadili. 37:34 Nantikanlah TUHAN dan tetap ikutilah jalan-Nya, maka Ia akan mengangkat engkau untuk mewarisi negeri,dan engkau akan melihat orang-orang fasik dilenyapkan. 37:35 Aku melihat seorang fasik yang gagah sombong, yang tumbuh mekar seperti pohon aras Libanon; 37:36 ketika aku lewat, lenyaplah ia, aku mencarinya, tetapi tidak ditemui. 37:37 Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur,sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan; 37:38 tetapi pendurhaka-pendurhaka akan dibinasakan bersama-sama, dan masa depan orang-orang fasik akan dilenyapkan. 37:39 Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan; 37:40 TUHAN menolong mereka dan meluputkan mereka, Ia meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik dan menyelamatkan mereka,sebab mereka berlindung pada-Nya.
Bacaan kedua : ulangan 9:50
9:5 Bukan karena jasa-jasamu atau karena kebenaran hatimu engkau masuk menduduki negeri mereka, tetapi karena kefasikan bangsa-bangsa itulah, Elohim, Tuhanmu, menghalau mereka dari hadapanmu, dan supaya YAHWEH menepati janji yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu,yakni Abraham, Ishak dan Yakub.

Benang merah :
Dalam hidup ini TUGAS/KEWAJIBAN kita bukan berjuang untuk menjadi lebih baik tapi BERJUANG DENGAN FOKUS pada hal-hal yang benar. Dan Tuhan akan memunculkan kebenaran yang kita lakukan, namun bukan karena apa yang telah kita lakukan, tapi karena KESETIAAN TUHAN.

melakukan hal yang baik dan benar berbeda dengan “berjuang untuk menjadi lebih baik. Kita diciptakan bukan sekedar untuk menjadi lebih baik.”
Karena itu kita perlu mengingat lagi : matius 5:6
“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.”
Berjuanglah dengan fokus pada hal-hal yang benar!

1

Apa Itu Kekurangan dan Apa Itu Kelebihan

handDalam kehidupan sering kita diperhadapkan pada suatu kesulitan. Kadang kesulitan itu terasa berat untuk kita hadapi. Diri kita tidak mampu untuk menanggung beban yang ada. Pikiran terasa penuh, hati terasa sesak, nafaspun menghela panjang mencoba untuk mengurangi beban pikiran. Namun sedikitpun tidak.

Ada satu cara saat kita mengalami hal itu. Adalah dengan tinggal di dalam Dia. Saat kita merasa lemah, Dia tidak pernah lemah untuk menolong kita. Saat kita tidak berdaya, Dia selalu penuh akan keberdayaanNya melakukan segala sesuatu yang mustahil. Hanya satu yang perlu kita lakukan adalah tinggal di dalam Dia.

Tidak akan pernah kita mampu jika kita terus mengandalkan kekuatan kita sendiri. Ketidak percayaan dan tidak menghiraukan pertolongan yang ada padaNya adalah suatu kekeliruan yang akan membawa kita pada suatu kehancuran.

Itulah kekurangan dan itulah kelebihan. Manusia memang mempunyai kelemahan, miskin, dan tidak berdaya. Manusia akan terus mengalami ketidakberdayaan saat kita mencoba melakukan segala sesuatunya dari cara pandang kita sendiri. Namun kekurangan itu tidak akan berlanjut jika saat manusia menyadari kekurangannya, manusia hidup di dalam Dia. Kelemahan yang dulu berganti dengan kekuatan. Kekurangan yang dulu berganti dengan kelebihan.

Karena itu biarlah yang lemah berkata “aku kuat !”, dan yang miskin berkata “aku kaya !” karena Kristus hidup di dalamku.

0

Hikmat Itu Mengajar (Father, You are My Inspirations)

cryApa maksudnya ‘hikmat itu mengajar’? Artinya adalah bahwa hikmat itu sesuatu yang aktif, hikmat bukanlah sesuatu yang pasif. Bukan sesuatu yang dipelajari oleh seseorang. Tapi sebaliknya ia mempunyai kemampuan untuk mengajarkan sesuatu (segala sesuatu yang baik, yang benar, jujur dan adil).

Apabila kita membaca kitab Amsal, dapat kita lihat bahwa hikmat itu berbicara. Bahkan dalam Amsal 8 disebutkan dengan jelas bahwa ia hidup. Berikut adalah contoh dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa hikmat itu sesuatu yang aktif (ia berbicara bahkan ia mengajar).

“hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya, di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya.” Amsal 1:20-21

“terimalah didikanku, lebih dari pada perak, dan pengetahuan lebih dari pada emas pilihan. Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apapun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya. Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan.” Amsal 8:10-12

Proses terjadinya sampai hikmat itu ada pada diri seseorang adalah dengan ia (hikmat) berbicara terlebih dahulu. Tanpa ia berbicara terlebih dahulu tidak mungkin datang pengetahuan. Saat ia berbicara kemudian ada yang menangkap perkataannya, di saat itulah orang itu memperoleh pengertian. Jadi hikmat semata-mata adalah karunia. Tidak diberikan dengan memandang apakah orang itu Kristen sejak lahir atau bukan Kristen sekalipun. Ia semata-mata adalah pemberian Tuhan. Tuhan memberikan hikmat pada siapa Ia berkenan memberikannya.

“Aku bersyukur kepadaMu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepadaMu. Semua telah diserahkan kepadaku oleh Bapaku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.” Matius 11:25-27

Itulah yang dimaksudkan oleh Paulus sebagai karunia berkata-kata dengan hikmat. Seseorang yang berhikmat adalah orang yang selalu mendengar didikan hikmat. Ia tidak pernah melahirkan suatu pengertian dari dirinya sendiri. Apa yang ia katakan adalah sesuatu yang pernah hikmat ajarkan kepadanya. Jadi sifatnya hanya pengulangan dari apa yang pernah hikmat ajarkan kepadanya.

Orang-orang yang penuh hikmat seperti Salomo pun dalam Amsalnya tidak berani mengatakan bahwa yang dia tulis adalah lahir dari pikirannya sendiri. Dia selalu mengatakan “hikmat berseru-seru ……”, dan rasul Paulus pun menyebut dirinya bukan seorang yang pandai berkata-kata. Mereka menyadari kebenaran makna dari “hikmat itu berbicara dan mengajar”. Seseorang yang mempunyai karunia untuk berkata-kata dengan hikmat adalah seseorang yang telah menyadari kebenaran makna “hikmat itu berbicara dan mengajar”. Bersedia menyingkirkan segala egonya untuk dihormati orang dengan mengatakan bahwa yang ia ajarkan adalah bukan dari dirinya melainkan hikmatlah yang mengajarkannya.

Waktu pesta itu berlangsung, Yesus masuk ke Bait Tuhan lalu mengajar di situ. Maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: “Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan tanpa belajar!” Jawab Yesus kepada mereka: “Ajaranku tidak berasal dari diriKu sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku. Yohanes 7:14-16

“Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.” Yohanes 7:18

Artikel ini adalah tulisan ulang dari apa yang hikmat ajarkan. Tulisan ini hanya sedikit, Bapa yang akan menginspirasikannya lebih banyak kepada Anda.

0

Dari Mana Datangnya Hikmat?

wisdom it’s all in the way we listen

Apa yang dimaksud dengan hal yang benar, yang jujur, yang adil dan segala sesuatu yang baik? Manusia selalu berupaya memahaminya bahkan mencarinya. Namun sebagian orang sudah lelah mencari karena di mana-mana tidak bisa mereka temukan. Dapatkah kebenaran, kejujuran, keadilan dan segala sesuatu yang baik itu ditemukan?

Kebenaran, kejujuran atau keadilan ialah milik Tuhan dan hal tersebut tidak lahir dari manusia sendiri. Bahkan sesuatu yang jauh dari manusia itu menjadi semakin sulit dipahami karena semakin merosotnya moralitas.

Kebenaran, kejujuran atau keadilan ialah ibarat suatu harta yang terpendam (Amsal 2:4), bila ada yang ingin memilikinya maka ia harus mencarinya. Ketika hati manusia mulai dicondongkan pada pencarian itulah manusia mulai mencari apa yang disebut hikmat (Amsal 2:2). Pemahaman tentang arti kebenaran, kejujuran dan keadilan itulah yang menjadi substansi dari hikmat.

Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran bahkan setiap jalan yang baik. Amsal 2:9

Seperti Salomo, ia meminta hikmat bukan untuk kepentingan dirinya sendiri namun agar dia bisa memimpin bangsa Tuhan yang besar. Bukan agar menjadi terkenal atau dengan tujuan mencari kekayaan namun untuk memenuhi panggilan hidupnya. Hikmat berasal dari Tuhan (Amsal 2:6), ia akan memimpin manusia untuk memenuhi panggilan hidupnya yang berasal dari Tuhan. Tanpa hikmat, manusia tidak akan pernah sampai pada pemenuhan panggilan hidupnya.

Manusia tidak bisa melahirkan hikmat dari dirinya sendiri. Apabila manusia tidak menundukkan dirinya pada hikmat, manusia akan jalan menurut pikirannya sendiri. Tidak akan ada satu kepedulian tentang apa itu panggilan hidup, karena baginya jalannya sudah lurus dan benar.

Takut akan Tuhan dan pengenalan akan Tuhan itulah hikmat pertama yang akan Tuhan ajarkan. Tanpa Anda mencarinya, Anda hanya akan tahu apa itu takut akan Tuhan sebatas teori dan pengetahuan yang diajarkan. Tahap selanjutnya adalah Tuhan akan mengajar Anda akan apa itu hal yang benar, hal yang jujur, hal yang adil, bahkan segala sesuatu yang baik.

Manusia pencari hikmat adalah manusia yang memercayakan dirinya kepada Tuhan tatkala dia berjalan dan tidak bersandar kepada pengertian sendiri (Amsal 3:5). Satu hal yang diinginkan oleh pencari hikmat adalah terpenuhinya panggilan hidupnya dengan jalan taat pada tuntunan Tuhan agar dirinya selalu berjalan dalam jalan yang benar, jujur, adil, dan yang baik.

Adalah salah bila gereja mengajarkan agar manusia mencari hikmat untuk tujuan mencari kekayaan. Tidak pernah hikmat bertujuan menuntun manusia mencapai kekayaan. Hikmat memeliharakan jalan orang benar dengan segala sesuatu yang berasal dari Bapa. Sepanjang hidupnya hikmat memeliharakan jalan orang benar. Hikmat bukan sesuatu yang Anda dengar dari kotbah di gereja atau ketika Anda duduk di bangku sekolah. Hikmat hanya datang ketika Anda mencarinya dan itu berasal dari Tuhan. Dengan kata lain ada satu proses sederhana yang harus dilakukan yaitu mendengar (Tuhan). Suatu proses yang kelihatannya sederhana namun terlalu sulit untuk dilakukan (bagaimana caranya?) bahkan terlalu sulit untuk dipercayai (apakah benar itu suara Tuhan atau suara hati saja?). Kalau memang proses mendengar itu terlalu sulit untuk dilakukan dan dipercayai maka ada satu proses lain yang harus dilakukan yaitu terus mencari (Amsal 2:4,5). Kenapa kita perlu mencari? Karena benda (hikmat) itu tidak ada dalam genggaman kita karena itu apabila kita ingin menemukannya maka kita harus mencarinya. Suatu proses yang masuk akal.

Bacalah kitab Amsal dengan dasar berikut ini:

  1. substansi hikmat adalah segala sesuatu yang benar, yang jujur, yang adil, dan yang baik
  2. hikmat datang ketika Anda benar-benar menginginkannya dan mencarinya
  3. tujuannya adalah agar Anda mencapai panggilan hidup Anda dan menerima mahkota kehidupan, bukan untuk kepentingan pribadi.

Artikel ini hanya sekedar dasar bagi Anda. Tuhan yang akan memberi pengetahuan kepada Anda tentang hikmat itu sendiri. Tuhan Yesus memberkati.

2

Bisakah Iman Dilihat?

Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: ” Hai anakKu, dosamu sudah diampuni!”

Markus 2:5

Markus 2:1-12

Apa maksud dari perkataan Yesus seperti yang kita baca pada ayat di atas? Yesus melihat iman mereka? Dapatkah iman yang tidak mempunyai bentuk fisik itu bisa dilihat? Sungguhkah iman itu dapat dilihat? Ya. Iman dapat dilihat. Dari apa? Dari perbuatan. Yesus melihat iman mereka dari perbuatan yang ternyata. Dari perbuatanlah ternyata iman itu.

Anda menjadi orang beriman atau disebut sebagai orang beriman bukan karena suatu status (atau jabatan seperti pendeta atau imam misalnya), bukan karena pemberian seseorang, bukan karena mengaku sendiri sebagai orang beriman, atau bukan juga karena Anda memeluk agama tertentu sehingga lantas Anda disebut sebagai orang yang memiliki iman (dan orang lain tidak).

Hidup orang benar akan selalu berdasar iman. Dan iman itu ternyata dalam perbuatan. Tidak ada cara lain untuk menyatakan iman. Kita menjadi saksi Kristus berarti iman kita harus bisa dilihat melalui perbuatan. Tidak bisa orang lain melihat iman kita (Kristus) hanya kalau kita hanya sekedar pintar berbicara. Orang lain hanya bisa melihat iman kita melalui perbuatan. Karena hanya memang dari perbuatan sajalah bisa nampak iman. Status kita sebagai saksi Kristus atau bukan ditentukan melalui apakah dengan perbuatan kita orang lain bisa melihat iman kita.

Iman bukanlah berpikir positif tentang sesuatu atau mengkhayal yang baik tentang sesuatu dengan pikiran kita. Tidak pernah disebutkan dalam Alkitab bahwa iman adalah perbuatan atau iman adalah berpikir positif. Malah dijelaskan dalam Alkitab bahwa iman adalah suatu dasar (Ibrani 11:1). Iman bukanlah pikiran yang dibuat-buat, bukan khayalan positif dari otak kita.

Iman memang ternyata melalui perbuatan. Seperti yang diceritakan bahwa orang-orang itu berbuat membawa orang yang lumpuh itu kepada Yesus karena iman mereka. Namun iman bukanlah perbuatan itu sendiri. Tidak bisa kita berbuat dulu (karena kita menyamakan iman dengan perbuatan) kemudian dengan berjalannya waktu dapat melahirkan iman. Iman adalah dasar, jadi karena iman kemudian kita berbuat sehingga perbuatan kita itu adalah perbuatan iman. Bukan sebaliknya.

Sangat disayangkan masih banyak orang yang tidak memahami iman. Banyak orang (termasuk orang yang menyebut dirinya Kristen) yang bercita-cita membangun negeri ini dengan segala kemampuan yang mereka. Mereka begitu optimis bahwa dengan perbuatan mereka sanggup membuat negeri ini menjadi lebih baik. Berbagai dorongan diserukan untuk berbuat sesuatu bagi negeri ini. Masih ada anggapan bahwa setiap orang harus mengambil tindakan aktif. Padahal iman bukanlah perbuatan. Sia-sialah perbuatan tanpa iman. Orang Kristen tidak bisa menjadi saksi Kristus karena tidak ada kuasa dalam perbuatan mereka. Melupakan iman sebagai dasar bagi perbuatan. Sunguh sia-sia tanpa Kristus yang menyembuhkan.

Orang ini memegahkan kereta dan orang ini memegahkan kereta dan orang ini memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama YAHWEH, Tuhan kita.

Mazmur 20:8

Iman adalah dasar. Ibarat membangun kita harus meletakkan dasarnya dulu kemudian baru membangun, bukan sebaliknya membangun baru meletakkan dasar. Iman lahir dari pengenalan kita pada Tuhan sebagai Bapa kita. Bapa yang sungguh mengagumkan dan dapat membuat semua orang takjub dan memuliakan Dia.

Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya, dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan nama Ellohim, katanya: “yang begini belum pernah kita lihat.”

Markus 2:12

Bagaimana dengan Anda apakah iman Anda sudah bisa dilihat orang lain melalui perbuatan Anda? Tuhan Yesus memberkati.

2

Satu Tuhan

Atau adakah Tuhan hanya Tuhan orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Tuhan bangsa-bangsa lain! Artinya, hanya ada satu Tuhan, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman.
Roma 3:29-30

Beberapa kata-kata dalam ayat tersebut di atas saya ubah dengan tujuan memudah pemahaman dalam kita membacanya, tanpa mengubah arti yang sebenarnya. Untuk itu saya cantumkan juga dalam bahasa Inggrisnya.

Is God the God of Jews only? Is He not the God  of Gentiles too? Yes, of Gentiles too, since there is only one God, who will justify the circumcised by faith and the uncircumcised through that that same faith.

Roman 3:29-30 NIV

Hanya ada satu Tuhan yang akan membenarkan kita atas dasar iman kita kepadaNya. Dalam dunia ini ada banyak hal yang bisa dijadikan tuan (lord) oleh manusia. Seseorang menghormati orang yang menjadi tuannya. Lain halnya jika penghormatan itu berubah menjadi pemujaan, maka status tuan akan berubah Tuhan (God) bagi orang tersebut. Jadi, ketika seseorang mengakui sesuatu (tuannya) sebagai Tuhannya, hal itu pasti melibatkan unsur penyembahan di dalamnya. Oleh karena itu, sekali lagi, dalam dunia ini ada banyak hal yang dapat menjadi tuan bahkan menjadi Tuhan bagi masing-masing orang (bisa orang, pohon, batu, uang atau sesuatu/pribadi yang ia sebut sebagai Tuhannya). Tiap-tiap orang dimungkinkan sekali untuk memiliki Tuhan yang berlainan. Bahkan dimungkinkan bagi satu individu untuk memiliki lebih dari satu Tuhan. Hal ini nampak pada ayat Firman Tuhan di bawah ini.

Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Tuhan dan kepada Mammon.

Matius 6:24

Apabila ia mengabdi pada Mammon maka ia akan menyebut Mammon sebagai Tuhannya dalam penyembahannyapun ia tertuju pada Mammon. Yesus (Yeshua), Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan dalam setiap pujian, penyembahan, doa, bahkan dalam waktu dalam kehidupan kita. Apabila kita mengabdi pada Yesus maka kita akan menyebut nama Yesus dan penyembahan kita tertuju pada Yesus (Yeshua), bukan pada yang lain.

Mungkin kendala yang kita alami adalah perbedaan bahasa. Alkitab yang kita pakai adalah alkitab terjemahan, jadi wajar jika ada perbedaan bahasa termasuk juga perbedaan pengucapanya. Oleh karena itu, biar perbedaan bahasa dan pelafalannya tidak menjadi hambatan bagi kita untuk memanggil nama Tuhan kita. Apakah kita mengenal Tuhan yang kita sembah? Apakah kita tidak mengenal namaNya? Nama Tuhan yang oleh Yesus dipanggilNya dengan sebutan Bapa? Pribadi yang sangat disanjung tinggi oleh Yesus dan Yesus turun ke dunia untuk menyatakan sosok Bapa itu kepada manusia agar setiap orang mengenal kepadaNya, tahu segala perbuatanNya, mengenal kasihNya (Yohanes 3:16), menaruh percaya kepadaNya, agar setiap orang yang berseru kepada (nama)Nya diselamatkan.

Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal…

Yohanes 4: 22

Apa jadinya kita jika kita tidak pernah tahu Yesus? Apa jadinya kita jika kita tidak pernah kenal nama Yesus? Apakah kita tetap akan diselamatkan? Kita tidak akan pernah tahu ke mana lagi kita bisa berseru selain pada nama Yesus. Apa jadinya kita jika kita tidak tahu nama Bapa kita?

Aku dan Bapa adalah satu.
Yohanes 10:30

Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
Matius 23:9

Saya pernah bertanya pada seseorang yang juga Kristen, siapakah nama Bapa kita? Dia tidak tahu. Namun pada akhirnya dia menjawab Allah. Memang untuk hal ini ada ayat dalam Alkitab terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI).

… jawab mereka: “kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.”
Yohanes 8:41

Alkitab yang kita pakai adalah Alkitab terjemahan. Maksud LAI terhadap setiap pemakaian kata “Allah” adalah untuk mengacu untuk suatu sebutan yang diperuntukkan bagi Bapa, dan bukan diperuntukkan bagi suatu nama. LAI memakai kata “TUHAN” (dalam huruf kapital semua) untuk mengacu pada nama Bapa, bukan sebutan. Namun benarkah Allah hanya suatu sebutan dan bukan merupakan suatu nama sehingga kita juga bisa memanggil Allah sebagai Bapa kita? Bapa yang membenarkan kita berdasar iman? Ternyata Allah bukan hanya sekedar sebutan namun juga merupakan nama bagi Tuhan yang lain selain TUHAN (terjemahan LAI untuk nama Bapa).

Wayomer Elohim El-Moshe ehyeh wayomer Ko tomar livney Yisrael ehyeh selakhni aleikhem.
Berfirman Elohim sesembahan Moshe (Musa): “AKU ADA YANG AKU ADA” dan berfirman katakana kepada keturunan Yisrael “ AKU ADA” mengutus aku kepadamu.
Keluaran 3:14

AKU ADA YANG AKU ADA bukanlah nama. Ayat ini mempunyai pengertian Bapa Yahweh memberitakan eksistensiNya/keberadaanNya. Terhitung sudah satu tahun saya memangil Dia, Bapa. Dan saya tahu nama yang telah Dia nyatakan sendiri, yaitu Yahweh.

Tulisan ini saya tujukan bagi pemulihan nama Bapa kita. Tidak ada maksud lain. Selama ini orang Kristen seolah terpecah belah karena tidak ada satu Tuhan, yang telah menyatakan diriNya turun ke dunia melalui Yesus. Terpecah karena mengakui Tuhan yang lain sebagai BapaNya. Bukan kesalahan kita jika kita memanggil Tuhan yang kita maksud dengan nama lain. Hal ini disebabkan karena  selama ini mata kita tertutup oleh selaput yang menutup kita untuk melihat kebenaran. Kita lebih suka menghindari kontroversi dan mengikut tradisi yang sudah ada, seperti kebiasaan orang lain yang memanggil Tuhan dengan Allah.

Bagaimana dengan Anda? Saya tidak akan memaksakan apa yang saya tuliskan ini seolah-olah adalah kehendak saya pribadi. Semua tergantung pada Anda sendiri, mau menerimanya atau tidak. Tuhan memberkati.

2

Jangan Jadikan Sebuah Ritual!

Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh daripadaKu.

Percuma mereka beribadah kepadaKu, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.

Matius 15:8-9

(Baca Matius 15:1-20 atau Markus 7:1-23)

Bagaimana kita dalam memahami ibadah yang kita lakukan itu menentukan apakah Tuhan berkenan atau tidak atas apa yang kita lakukan. Perkenanan dari Tuhan akan menentukan bagaimana Ia akan bertindak atas diri kita. Jadi kuasa yang akan Tuhan berikan berhubungan dengan sikap hati, jiwa, roh, bahkan seluruh keberadaan kita dalam memahami aktifitas ibadah kita entah itu saat kita berdoa, menyanyi, dan segala sesuatu yang kita lakukan.

Bagaimanakah kita dalam memahami ibadah kita selama ini? Apakah dalam ibadah kita kuasa Tuhan dinyatakan dalam segala sesuatu yang kita lakukan dalam kesehariannya?

Bila kita memahami ibadah kita dalam artian yang tersirat dalam aktifitas berikut maka sungguh kita tidak akan pernah melihat perbuatan tangan Tuhan akan dinyatakan dalam hidup kita. Yaitu sebelum ujian akhir sekolah kita memaksakan diri untuk berdoa lebih (dalam segi waktu maupun kengototan kita dalam meminta berkat Tuhan) supaya doa kita lebih manjur dan didengar Tuhan, supaya kita mendapatkan pekerjaan atau jodoh kita ngotot dalam berdoa dan minta didoakan oleh pendeta bahkan ada yang rela berpuasa, sebelum mengadakan KKR kita berdoa berpuasa dan mengerahkan jemaat untuk ikut berdoa puasa. Dengan kata lain kita telah mengartikan ibadah sebagai suatu ritual yang wajib dilakukan sebelum kita melakukan sesuatu yang kita anggap penting.

“Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Tuhan. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya bisa dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepadaNya.” (Matius 6:7-8). Kata-kata itu yang Yesus ajarkan pada para muridNya saat mereka bertanya pada Yesus bagaimana harus berdoa. Itulah perbedaan Yesus dan yang dilakukan kaum Farisi, ahli taurat dan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan secara benar. Kaum Farisi, ahli taurat dan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan secara benar melakukan dan mengajarkan ibadah sebagai suatu tradisi dan ritual yang harus dipertahankan. Lihat juga persembahan yang dilakukan oleh Kain dan Habel. Tuhan menerima persembahan Habel karena ia tidak melakukan itu untuk sebuah ritual atau tradisi atau sesuatu yang wajib untuk dilakukan, tapi karena ada suatu sikap dalam hati Habel yang percaya bahwa Bapanya mengetahui apa yang dia perlukan, sebelum dia minta kepadaNya. Panjangnya kata-kata atau kengototan dalam berdoa tidak akan membawa dampak apa-apa. Hanya percaya pada Tuhan adalah Bapanya itulah yang ada dalam hatinya. Dalam hatinya tidak ada keragu-raguan bahwa Tuhan tidak akan menolongnya, yang dapat membuat ia harus melakukan ritual tertentu sebelum bertindak. Ia selalu bertindak berdasarkan iman! Tidak ada dasar lain yang menjadi dasar baginya dalam menjalani hidup.

Dari sini nampak sebuah pemahaman yang lebih penting tentang ibadah itu sendiri. Yaitu ibadah jangan dijadikan sebuah ritual sebelum Anda melakukan sesuatu. Ibadah harus dilakukan sealamiah mungkin, menjadi bagian dari diri kita dalam setiap harinya bahkan setiap waktu dalam hidup kita jangan pernah sampai terlewatkan sedetikpun. Roh Tuhan harus selalu berkuasa atas hidup kita. Setiap saat kita harus penuh akan Roh Tuhan sehingga kita selalu siap sedia akan segala sesuatu yang ada di depan kita. Apabila Roh Tuhan itu penuh atas kita maka kita tidak akan pernah takut akan hal yang akan terjadi, kita akan selalu melangkah dengan iman. Roh Tuhan dan iman kita akan membawa kuasa yang sanggup menolong kita, sehingga kita benar-benar tahu bahwa Tuhan selalu turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang mengasihiNya. Kita akan terus bertumbuh dari iman kepada iman!

Jadi masihkah kita akan mengambil sikap ritual jika Tuhan membenarkan kita karena iman kita dan bukan karena suatu perbuatan? Lakukanlah suatu perubahan mulai dari sekarang! Tuhan Yesus memberkati.