Jawaban Itu adalah Apa yang Perlu untuk Kita Mohonkan

Sebelum mereka mohon, Aku menjawab; sebelum mereka selesai berdoa, Aku sudah mengabulkan doa mereka
(Yesaya 65:24)

Ini adalah salah satu ayat yang paling menarik dan menggairahkan dari puji-pujian di Perjanjian Lama. Ayat itu mengingatkan kita bahwa berdoa dimulai dengan Tuhan, meresap ke dalam hati kita, dan memberi kita keberanian untuk meminta apa yang Tuhan sudah siapkan untuk diberikan kepada kita lebih banyak daripada yang kita akan mohonkan. Kita perlu meluangkan banyak waktu untuk mencari apa yang Bapa inginkan dari kita untuk kita mohonkan ketika kita sedang memintanya. Keinginan untuk berdoa adalah karunia Tuhan. Ingatlah ayat ini. Berdoa bukanlah untuk meminta perhatian Tuhan, melainkan kita memfokuskan perhatian kita kepada-Nya dan pada apa yang akan Dia katakan kepada kita. Jangan membuat doa itu seperti percakapan telepon satu arah yang di dalamnya kita menggantung gagang telepon itu sebelum kita mendengarkan apa yang Ia mau katakan!

Berdoa adalah mencari Tuhan dengan segenap hati kita. Tuhan dapat memakai imajinasi kita untuk memberi kita suatu gambaran tentang masa depan-Nya bagi kita, tetapi dengan suatu persyaratan; agar kita mencari Dia dengan segenap hati kita. Banyak dari kita mencari sasaran yang sia-sia dan terbentur olehnya karena kita tidak menemui Tuhan di dalam firman-Nya. Kita semua menjadi apa yang kita bayangkan. Berdoa adalah saat untuk membiarkan Tuhan melukis gambar pikiran tentang apa jadinya kita nanti dan apa yang akan kita lakukan.

Oh hidup yang diberkati-hati yang tenang,
Ketika semua tampak hiruk pikuk,
Yang mempercayai suatu kehendak yang lebih tinggi,
dan memimpikan kehendak yang lebih tinggi itu,
bukan daripadaku, adalah yang terbaik.

Oh hidup, betapa menyenangkan, betapa dahsyat!
Hidup yang luhur, yang merindukan akan sesuatu yang lebih tinggi!
Juruselamat, penuhilah hasratku yang mendalam ini,
Dan biarkan hidup yang diberkati ini menjadi milikku.

-W.J. Matson

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s