Lingkungan Kita

“Kehidupan seseorang itu dipengaruhi oleh lingkungannya”, itulah pendapat yang pernah dikemukakan oleh beberapa orang. Memang benar, sedikit atau banyak lingkungan akan membentuk karakter seseorang. Alkitab juga mengatakan bahwa pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik.

Ada suatu cerita yang pada intinya menceritakan bahwa seekor singa yang dipimpin oleh seekor domba akan dikalahkan oleh seekor domba yang dipimpin oleh seekor singa. Hal ini bisa terjadi karena singa tersebut hidup dan bergaul sebagaimana lingkungannya sehingga meskipun ia adalah seekor singa namun ia mempunyai karakter dan jiwa seekor domba. Singa yang berkarakter domba itu akan takut jika berhadapan dengan domba yang mempunyai karakter dan jiwa seekor singa. Domba itu akan mengaum layaknya seekor singa dan membuat singa tersebut lari terbirit-birit.

Injil adalah kekuatan Tuhan. Kematian Yesus di kayu salib membawa kemenangan atas semua. Kematian Yesus bukan hanya menebus dosa-dosa, membawa keselamatan jiwa, dan kelahiran baru namun juga untuk membawa kemenangan terhadap semua aspek kehidupan. Jika Anda tidak mempercayai bahwa Injil berkuasa terhadap suatu aspek kehidupan Anda, entah karena tidak peduli atau enggan maka jangan pernah mengharapkan bahwa kuasa Tuhan bekerja pada bidang tersebut. Iman timbul karena pendengaran akan Firman. Di mana Injil ditabur di situ terjadi mujizat. Di tempat di mana Injil tidak ditabur akan terjadi pembusukan. Iman itulah yang akan mendatangkan kuasa Tuhan.

Itu berarti jika Anda mengharapkan kehidupan yang bertumbuh di dalam Kristus, dan bukannya dipengaruhi oleh lingkungan, maka Anda harus percaya bahwa Injil atau Firman Tuhan itu berkuasa atas lingkungan Anda. Namun terlebih dahulu Anda harus membangun kesadaran bahwa Firman Tuhan itu punya otoritas terhadap hidup Anda. Ingat ayat di Mazmur 1:1 bahwa orang yang mencintai Taurat Tuhan adalah seperti pohon yang ditanam ditepi aliran air. Pohon tersebut akan menjadi pohon yang berakar kuat dan tidak tergoyahkan karena ia mendapatkan asupan air (Firman Tuhan) dan apa saja yang diperbuatnya pasti berhasil.

Sekarang mari kita bertanya dalam diri kita pada siapakah kita bergaul? Sudahkah kita bergaul dengan Tuhan melalui Firman-Nya? atau justru iman kita menjadi semakin lemah oleh lingkungan oleh karena kita melupakan Tuhan dalam persekutuan pribadi dan bersama? Sudah sejauh mana Firman telah membentuk roh Anda menjadi seperti roh seekor singa yang tidak takut oleh apapun? Menjadi pribadi yang mempengaruhi dan bukan dipengaruhi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s