Bertanya dan Tinggal Menetap

Yohanes 14:1-31; 15:7

Ke tempat Aku pergi kalian tahu jalannya (Yohanes 14:4)

Doa merupakan persahabatan kumulatif dengan Tuhan. Doa merupakan persekutuan dan percakapan. Dialah yang mengawali dialog itu. Dia menciptakan di dalam diri kita kerinduan untuk itu, tidak sekedar untuk mengatakan kepadaNya tentang kebutuhan-kebutuhan kita, tetapi untuk menjadi berada bersamaNya. Sedemikian banyak pertanyaan yang orang kemukakan tentang berdoa, mengungkapkan suatu asumsi yang keliru-bahwa berdoa merupakan alat kita untuk bertemu Tuhan. Kerinduan untuk berdoa merupakan karunia Tuhan. Renungkan itu! Sang Pencipta dan Penguasa alam semesta ini telah menciptakan kita untuk bersekutu denganNya. Yesus mengajarkan kitabahwa berdoa bukanlah suatu wahana untuk mengatur sumber-sumber dari Yang Maha Kuasa itu untuk memenuhi keinginan-keinginan kita, melainkan suatu cara di mana keinginan-keinginan dapat diarahkan ulang sesuai dengan pikiran Tuhan dan membuat saluran-saluran untuk kehendakNya. Apakah di sana disebut tentang proporsi atas waktu yang diluangkan untuk bercakap-cakap dan mendengarkan dalam doa-doa kita?

Dua persoalan terbesar dalam hidup kita terselesaikan oleh dua persyaratan yang krusial dari doa yang berkuasa yang diberikan Kristus kepada kita. Ia mengajar kita bahwa Tuhan mahatahu. Ia memiliki pengetahuan, kesadaran, dan perhatian yang tak terbatas tentang kebutuhan-kebutuhan kita. Ketika kita berdoa atas persoalan-persoalan kita, kita menggenapi kebutuhan pertama kita yang besar itu, sumber dari semua persoalan yang lebih kecil-kebutuhan kita untuk bersekutu dengan Tuhan. Yesus memberi kita dua “jika” yang besar untuk doa yang berkuasa itu. Jika kita tinggal secara menetap-itulah esensi dari doa. Apabila kita tinggal menetap, kita diberi harta kekayaan terbesar-keintiman dengan Pencipta kita.

Nama Yesus berarti kewenanganNya, kuasaNya, dan maksudNya. Kebutuhan terbesar kita yang kedua adalah menemukan apa yang Tuhan inginkan untuk kita perbyat supaya tetap berjalan bersama dengan namaNya. Tinggal menetap-doa yang terus menerus-memberikan kepada kita rencana Tuhan atas persoalan-persoalan dan kesulitan-kesulitan yang membingungkan kita.

Dia yang telah belajar untuk berdoa telah mempelajari

rahasia terbesar dari hidup yang kudus dan bahagia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s