Perkiraan Kita

tetapi sesungguhnya, penyakit kita yang ditanggungNya, dan kesengsaraan kita yang dipikulNya, padahal kita mengira Dia kena tulah, dipukul dan ditindas Bapa.

Yesaya 53:4

Yesaya 53 menunjukkan 2 hal yang sangat berbeda antara apa yang mampu manusia pikirkan dengan sesuatu yang disebut dengan kebenaran. Pada ayat 4 menunjukkan perbedaan tersebut. Terlebih dahulu ditunjukkan terlebih dahulu apa yang menjadi kebenaran, baru disebutkan apa yang menjadi pikiran manusia.

Firman mengatakan kebenarannya adalah Yesus mati untuk menebus dosa-dosa kita (tetapi sesungguhnya, penyakit kita yang ditanggungNya, dan kesengsaraan kita yang dipikulNya), namun manusia mengatakan bahwa adalah Dia disalib karena kesalahanNya (padahal kita mengira Dia kena tulah, dipukul dan ditindas Bapa). Dengan memakai kata “mengira” alkitab menggambarkan kondisi manusia, apa yang mampu manusia pikirkan tentang sesuatu. Manusia memang mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Tuhan. Manusia diciptakan untuk berhubungan dengan Tuhan. Namun kesempurnaan itu rusak semenjak manusia pertama jatuh kedalam dosa. Hal itu membawa dampak apa yang dipikirkan manusia tidak akan pernah mencapai seperti apa yang Tuhan pikirkan. Sedalam lautan demikianlah hikmat Tuhan sehingga tak seorangpun mampu menyelaminya. Sedalam apapun manusia berpikir namun hasilnya tidak akan pernah lebih dari sekedar perkiraan belaka. Tanpa Firman manusia tidak akan tahu kebenaran.

Termasuk keselamatan yang Tuhan sediakan melalui kematian Yesus di kayu salib. keselamatan itu tidak akan pernah diterima apabila seseorang masih memakai pikirannya. Keselamatan hanya bisa diterima dengan mempercayai korban penebusan Yesus bagi dirinya. Adalah mustahil keselamatan bisa diterima apabila seseorang masih berpikir dirinya adalah seorang yang tidak berdosa dan perbutan baik mampu menyelamatkan. Hanya dengan percaya (menerimanya dengan iman) kebenaran yang Tuhan katakan melalui FirmanNya seseorang bisa beroleh selamat. Bukan dengan pikirannya atau keyakinannya sendiri.

Pada Yesaya 53 juga dikatakan pada dasarnya kita adalah sesat seperti domba. Ini berarti ketika kita berjalan menjalani hidup tanpa Firman Tuhan maka kita sedang berjalan pada suatu kehancuran. Namun ketika Firman hidup di dalam kita Firman memberikan suatu kebenaran dan tuntunan pada kebenaran.

Melalui peringatan Paskah ini Tuhan menghendaki kita untuk kita hidup di dalam Firman. Bacalah Firman Tuhan dan berdoalah setiap harinya. Semoga Anda selalu bertumbuh di dalam Kristus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s