Tekanan Agama

Galatia 5:1-15

Kita sekarang bebas, sebab Kristus sudah membebaskan kita! Sebab itu pertahankanlah kebebasanmu, dan jangan mau diperhamba lagi. (Galatia 5:1)

Agama bisa jadi salah satu sumber tekanan destruktif yang paling mengganggu dalam hidup kita. Agama merupakan usaha manusia untuk meraih, menyenangkan, memperoleh dan menemukan Tuhan. Melalui upacara, ritual, peraturan, dan ketetapan, kita dengan setia berusaha untuk menjadi cukup baik bagi Tuhan. Tekanan agama datang dari pelatihan dan latar belakang kita.

Inilah bagaimana tekanan agama itu bekerja. Sumber-sumber kerohanian dari doa, ibadah, penyelidikan, kegiatan gerejawi, dan kebiasaan, menjadi sasaran tujuan, dan kita merasa bahwa kita harus melakukan hal-hal itu untuk menyenangkan Tuhan. Semua ini kemudian menjadi tujuan dalam diri mereka sendiri dan bukan membantu untuk menyelesaikan sasaran tujuan kita yang benar yaitu memuliakan Tuhan dan bersukacita dalam Dia. Yesus dating supaya kita dapat memperoleh hidup-hidup yang berkelimpahan tanpa syarat. Ia tidak datang untuk mengikat orang-orangdengan lebih banyak hal tentang keagamaan. Orang-orang beragama dan lembaga-lembaga keagamaan menempatkan Dia di atas salib. Orang-orang Roma adalah sama beragamanya seperti orang-orang Yahudi karena mereka menyembah allah-allah dan pemerintah mereka seperti halnya orang-orang Yahudi yang mencoba secara bersungguh-sungguh untuk memelihara warisan keagamaan mereka.

Kita dapat menjadi sama religiusnya berkenaan dengan kebiasaan, praktik, dan prosedur, dan anggapan yang berharga, sebagaiman kita menganggapnya berkenaan dengan bentuk-bentuk dari penyesuaian yang rapid an terkondisi untuk Tuhan. Akibat-akibat yang tidak dapat dihindarkan : kita melakukan hal yang benar dengan alas an yang salah. Kita harus memuaskan mekanisme tanggapan kita yang terprogram.

Yesus justru membebaskan kita dari semua ini. Apabila maksud kita adalah untuk mengenal Dia, maka kita tidak lagi harus melakukan perkara yang “dituntut,” melainkan sebaliknya kita ingin melakukan perkara-perkara yang sungguh sungguh didorong oleh kebenaran. Sekarang disiplin dari pemuridan itu menjadi suatu sukacita sebagai ganti daripada suatu kewajiban. Kita ingin melakukan apa yang bagi sebagian besar orang merupakan kewajiban. Tekanan itu hilang, dan motivasi kasih muncul!

Tidak ada batas untuk hal-hal baik yang dapat kita

lakukan apabila motivasinya adalah kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s