Berserah pada Kehendak Tuhan

1 Yohanes 3:1-24;5:14,15
Jadi, saudara-saudara yang tercinta, kalau hati kita tidak menyalahkan kita,
Kita dapat menghadap Tuhan dengan keberanian (1 Yohanes 3:21).
Karena kita tahu bahwa Ia mendengar kita kalau kita memohon kepadaNya, maka kita
tahu juga bahwa Ia memberikan kita apa yang kita minta daripadaNya (1 Yohanes 5:15).

Rasul Yohanes menambahkan dua “jika” tentang berdoa atas pokok-pokok yng kita bahas kemarin. Jika hati kita tidak menyalahkan kita, dan jika kita tahu bahwa Ia mendengarkan kita. Tuhan harus pertama-tama melihat kesadaran atas kesalahan kita sebelum kita dapat menyenangi doa. Seperti anak yang bersalah melawan orangtuanya walaupun ia sangat membutuhkannya, sering kali kita menolak kuasa doa oleh karena apa yang sudah kita lakukan atau keberadaan kita yang telah membuat kita merasa tidak memiliki hak untuk berada di hadirat Tuhan.

Namun, Tuhan tidak dikalahkan, bahkan oleh kegagalan-kegagalan kita. Ia berkata, “Datanglah keadaku sebagaimana engkau ada!” Kepastian dari salib memberikan kepada kita ketabahan dan kepercayaan diri. Perhatikan betapa jauhnya Tuhan berjalan untuk mendapatkan kita berdoa. Ia menyingkirkan halangan-halangan , menciptakan kerinduan, memberi kita diriNya sendiri, menyingkapkan kehendakNya, dan kemudian memberi kita keberanian untuk memohonkan lebih banyak daripada yang kita minta.

“Mengapa sekarang ini saya sedemikian jarang berdoa, dan hanya berdoa kalau saya berada dalam kesulitan?” Pertanyaan itu menerangkan secara jelas sekali perasaan-perasaan dari banyak orang. Tidak ada sesuatu yang mengindikasikan diri kita yang lebih baik daripada doa-doa kita yang cepat dan tidak konsisten. Keengganan kita untuk berdoa merupakan perlawanan kita terhadap Tuhan. Namun, pada akhirnya hidup kita ambruk, dan kita menghadapi persoalan-persoalan yang terlalu besar bagi kita. Tuhan segera menolong kita dalam pengharapan sehingga kita akan menjadi sedemikian terpesona pada apa yang dapat Ia lakukan terhadap persoalan-persoalan itu. Kita akan mulai untuk percaya kepada Dia.

Pertanyaannya adalah: Seberapa besar yang kita inginkan untuk hidup kita? Adalah hal yang sangat tidak masuk akal bagi kita untuk membayangkan bahwa kita dapat mengembangkan suatu hidup rohani yang dinamis jika kita tidak bersedia menyisihkan waktu untuk berdoa. Berdoa adalah melayani Tuhan.

Berdoa bukanlah untuk mengalahkan keengganan Tuhan;
Berdoa adalah untuk mendapatkan kehendakNya yang paling luhur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s