Syarat Masuk Surga

Yohanes 3 : 13-16

Saya mempunyai sebuah toko buku rohani yang menjadi langganan saya. Saya senang dengan toko itu karena toko itu berbeda dengan toko yang lain. Di sana saya mendapat kenyamanan yang tidak saya dapatkan di toko buku lain. Saya sering menghabiskan waktu saya untuk membaca buku ataupun mendengarkan kotbah baik dari kaset maupun dari VCD di toko buku tersebut. Bahkan saya punya beberapa pengalaman berharga bersama Tuhan di tempat itu. Berikut ini salah satu pengalaman yang ingin saya bagikan agar menjadi berkat bagi kita semua.

Suatu hari, setelah beberapa lama saya tidak berkunjung ke toko buku tersebut, saya menyempatkan waktu untuk berkunjung. Pada kesempatan itu pihak toko menawarkan suatu VCD yang mereka bilang isinya bagus berisi kegiatan yang diadakan oleh sebuah gereja dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Sebelum saya membeli saya diberi kesempatan untuk menontonnya.

Pada saat saya menonton, tiba-tiba ada sekitar 5 orang anak-anak yang masih kecil-kecil (paling besar berumur 6 tahun) berlari-lari ke sana kemari bermain di area toko buku tersebut. Pada saat mata mereka tertuju pada layar televisi merekapun beramai-ramai mendatangi tempat di mana saya sedang menonton. Saya senang dengan kedatangan mereka karena saat ini saya tidak lagi menonton sendirian. Kamipun asyik menonton VCD itu bersama-sama.

Di tengah-tengah kami menonton drama yang diputar di VCD itu tidak jarang mereka bertanya kepada saya seputar drama itu. Drama itu bercerita tentang aktifitas masyarakat kita. Ada yang menjadi dokter, pedagang es, tukang koran, supir bis, supir bajaj, anak sekolah dan lain-lain. Tiba-tiba aktifitas itu terhenti karena adanya suatu kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 3 orang meninggal dunia.

Ketiga orang yang meninggal dunia tersebut diceritakan tiba di pengadilan terakhir untuk diadili. Orang pertama, selama hidupnya senantiasa berbuat baik namun ketika namanya dicari di kitab kehidupan namanya tidak didapati jadi diputuskan dia tidak dapat masuk surga. Orang kedua, selama hidupnya rajin pergi ke gereja, rajin baca firman, berdoa dan terlibat pelayanan di gerejanya. Malaikat Tuhan mencari namanya dalam kitab kehidupan. Ketika malikat Tuhan mengatakan bahwa namanya tidak ada dalam kitab kehidupan orang kedua ini merasa kecewa sekali karena dia merasa selama hidupnya dia sudah melakukan apa yang Tuhan inginkan. Dia meminta malaikat itu untuk mencarinya sekali lagi dengan teliti. Malaikat itu mencarinya sekali lagi namun tetap nama orang tersebut tidak ada dalam kitab kehidupan. Pada titik ini, seorang anak yang kira-kira berumur 5 tahun bertanya kepada saya “lalu apa syarat masuk surga?”, anak yang lain menimpalinya “bukannya syarat masuk surga adalah berdoa, membaca alkitab dan pergi ke gereja?”

Ketika seseorang bertanya kepada kita apa yang menjadi syarat untuk masuk surga mungkin setiap kita bisa memberikan jawaban yang beraneka ragam banyaknya dengan segala argumen untuk membenarkan jawaban kita. Namun lain persoalannya jika yang bertanya adalah seorang anak kecil. Percayalah saudara anak kecil yang sedang kebingungan tidak membutuhkan jawaban dan arguentasi kita yang panjang lebar untuk mendapatkan suatu jawaban yang mereka perlukan dengan segera. Mereka membutuhkan jawaban yang sesederhana mungkin yang dapat mereka mengerti. Nah, saudara jika Anda yang ditanya oleh seorang anak (misalnya anak Anda sendiri) apa jawaban Anda? Mampukah Anda memberikan jawaban sederhana yang mereka perlukan? Atau jika kita bertanya pada diri kita sendiri tentang syarat masuk surga sudahkah kita memiliki jawaban sederhana yang dapat kita mengerti? Ataukah jawaban itu masih bersifat rumit bahkan terkadang kitapun masih menjadi bingung karenanya?

Saya menjawab, “Bukan, membaca Alkitab, berdoa, atau ke gereja bahkan terlibat pelayanan bukanlah syarat untuk masuk surga. Syarat masuk surga cuma satu yaitu PERCAYA YESUS! Tidak ada syarat lain!”

Persis setelah saya memberi jawaban, malaikat Tuhan mempersilahkan orang ketiga untuk masuk surga karena namanya tercatat dalam kitab kehidupan dan menyebut bahwa syarat untuk masuk surga adalah percaya Yesus.

Puji Tuhan karena saya dapat memberikan jawaban yang sama dan sederhana dengan pesan Tuhan lewat drama tersebut. Bayangkan jika jawaban saya berbeda dengan drama itu anak kecil tersebut tidak akan menjadi mengerti namun akan menjadi semakin bingung. Meskipun jika pada akhirnya saya memberikan argumen atas jawaban saya. Ingat mereka tidak butuh argumen kita. Mereka butuh jawaban yang sederhana yang dapat mereka mengerti.

Pada saat drama itu berakhir anak-anak kecil itupun pergi. Dalam hati saya tahu bahwa anak-anak itu pergi dengan puas karena mereka mendapat jawaban yang mereka perlukan. Mereka melangkah keluar dengan paradigma dan cara hidup yang baru. Mereka tidak lagi bingung atau takut salah dalam melangkah karena saat ini kebenaran telah ada dalam hati mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s